Selasa, 17 Februari 2009

Gara2 jempol....

Ini pengalaman saat gw masih menjalani profesi dokter di sebuah Rumah sakit di Timur Jakarta.
sebagai dokter jaga,banyak kasus yang hrs gw hadapin dan harus gw tanganin, salah satunya adalah kasus kecelakaan yang mengharuskan ibu jari tangan pasien di amputasi , dan hrs gw konsulkan ke dokter spesialis bedah. Amputasipun dilakukan, pasien bisa pulang dengan 1 jari ditinggalkan.
Setelah pasien berlalu, aku komentar pada sang dokter spesialis bedah itu
" kasian ya dok....dia pasti jadi orang yang paling menderita"
" Knapa?, keempat jarinya masih bisa berfungsi dengan baik kok" jelas dokter itu
" Tapi dok.....dia pasti gak bisa merasakan nikmat dan enak lagi dok, udah gitu gara2 jempol gak ada bisa2 dia berantem terus sama orang"
" apa hubungannya rasa sama jempol ?" percakapan dokter umum dengan dokter spesialis menjadi tambah seru, karena perawat yang menjadi asisten dokter itu ikut menimpali
" iya dok, apa hubungannya berantem ama gak punya jempol"
"yah banyak lah...." Dengan gaya yang lebih serius dari seriusnya dokter bedah, gw menjelaskan alasannya:
" Begini dok, waktu dokter lagi makan enak, dan mulut masih penuh berisi makanan, terus aku tanya "Enak makanannya dok?" dokter jawab pake' isyarat apa?
dokter itu langsung memperagakan jawabannya dengan mengacungkan jempolnya padaku
"Nah...itu dia sebabnya, skarang orang itu gak punya jempol, kalo mau bilang enak tapi dia mengacungkan jari telunjuknya, apa yang akan terjadi?...." dokter itu diam
" kalo' dia mengacungkan jari tengahnya, apa artinya....? dokter itu juga diam
" Kalo dia mengacungkan jari manisnya, dia gak bisa" dokter itu masih diam
" dan kalo' dia menjawab dengan mengacungkan kelingkingnya, dipikir ngeledekin lagi...keciiiilllll!!" dokter itu gak diam
" kamu nyindir.....!?"
oooppsss......
" maaf ya dok.....sama sekali gak maksud gituh...!


Erghh....gara2 jempol....., dokter bedah jadi tersinggung....
(catatan: secara fisik dokter bedah gw itu emang kecil, pendek....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut