Senin, 16 Februari 2009

Percakapan Abdel dengan Bokapnya tentang rencana ke Padang

Bokap gw beserta dua orang akiknya berencana ke Padang untuk menghadiri pelantikan Walikota Padang yang adalah juga adik mereka. Rencana sudah disusun secara matang dan rundown acara juga sudah dipahami secara detail, dan karena ini acara keduakali yang mereka ikuti, maka apa-apa yang diperlukan untuk acara tersebut sudah dipikirkan. Jas sudah dibawa, tak lupa dengan kelengkapannya, sepatu sudah disemir mengkilap, dasi sepadan dengan warna Jas, pokoke semua terorganisir dengan baik,ada EO yang menangani.
Masalahnya adalah siapa yang menanggung biaya keberangkatan mereka, uang saku selama di Padang (walaupun angku-angku itu sudah pada tua, saku mereka masih selalu perlu ada isinya, dan harus uang).
Maka sebagai keluarga besar, berembug lah kami memikirkan penyelesaian masalah itu. selayaknya anak perempuan tertua, tentunya aku yang harus berinisiatif, bermodal pulsa sedikit, telpon sana-sini (enaknya punya keluarga besar), menghasilkan duit yang banyak, cukup untuk tiket, cukup untuk uang saku masing-masing angku dan mungkin cukup juga menjadi bekal buat beli oleh2.
Perhitungan selesai, kebutuhan tinggal dibagi-bagi,rata menurut kemampuan. Berkumpullah keluarga besar Casym di rumah gadang di Pisangan.
Tapi yang namanya bokap, tetep aja punya cara untuk mengorek informasi, uang yang ada ini dari siapa aja, dan si ini memberi berapa.
Karena Abdel yang lebih dulu sampai disana, maka dia duluan lah yang kena ditanya.
" Del, Adel mau nyumbang berapa?
" Berapa ya pih....." Belagak mikir
" Satu juta deh!"
" Sepuluh juta?" papih ragu apa girang tuh...gak bisa ditebak, kalo gak denger sih gak mungkin, orang pendengarannya selama ini masih OK.
" satu...!" Abdel mempertegas
" Satu juta? papih kan perginya sama Pa'Pan dan Pa'Di juga, bertiga del"
" Ya justru karena bertiga Pih....kalo Papih sendiri dua ratus ribu...."
Hahaha....
Bokap gw nyengir, ngeloyor, sambil komentar : "Del....del!!"
ade' gw yang mengikuti percakapan anak dan Bapak itu juga langsung tertawa.
" Da...da...!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut